Pajak Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)

  • 14 Februari 2021

                                  Pajak Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)

Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) adalah pajak yang dikenakan atas perolehan hak atas tanah dan/atau bangunan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku yang dilakukan oleh orang pribadi atau badan. Dengan menganut prinsip UU BPHTB  :

  1. Pemenuhan kewajiban BPHTB berdasarkan self asasessment system
  2. Besarnya tarif 5 % dari Nilai Perolehan Objek Pajak Kena Pajak (NPOPKP)
  3. BPHTB merupakan pajak daerah yang sebelumnya sebagian besar penerimaannya diserahkan ke pemerintah pusat namun sekarang pemerintah daerah berhak mengelola sendiri dan hasilnya untuk biaya pembangunan daerah sendiri.

Mengenai Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan atau BPHTB diatur dalam Undang-undang No. 21 Tahun 1997 dan telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2000 (selanjutnya hanya disebut UU BPHTB). Setiap perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan warga negara diwajibkan membayar BPHTB dalam bahasa sehari-hari BPHTB juga dikenal sebagai pajak pembeli, jika perolehan berdasarkan proses jual beli. Tetapi dalam UU BPHTB, BPHTB dikenakan tidak hanya dalam perolehan berupa jual beli semua jenis perolehan hak atas tanah dan bangunan dikenakan BPHTB diantaranya :

  1. Jual Beli
  2. Tukar Menukar
  3. Hibah
  4. Hibah Wasiat
  5. Waris
  6. Pemasukan dalam perseroan atau badan hukum lain
  7. Pemisahan hak yang mengakibatkan peralihan
  8. Penunjukan pembeli dalam lelang
  9. Pelaksanaan putusan hukum yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap
  10. Penggabungan usaha
  11. Peleburan usaha
  12. Pemekaran usaha
  13. Hadiah
  14. Hasil Lelang non Eksekusi.

 

Untuk peralihan hak berupa jual beli, pajak dikenakan kepada kedua belah pihak baik kepada penjual maupun pembeli. Kepada Penjual dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) dan Pembeli dikenakan BPHTB yang besernya dihitung berdasarkan harga perolehan hak atau nilai perolehan objek pajak (NPOP) dalam bahasa sehari-hari NPOP bisa juga diartikan sebagai nilai transaksi atau nilai kesepakatan harga antara penjual dan pembeli.

 

Pajak BPHTB sangat tergantung dengan Transaksi jual beli Tanah dan Bangunan, semakin banyak Transaksi jual beli Tanah dan Bangunan Pajak BPHTB yang semakin meningkat demikian juga sebaliknya, jika transaksi jual beli Tanah dan bangunan berkurang maka Pajak BPHTB akan menurun.

  • 14 Februari 2021